Namanya : TOKO LAKARSANTRI

Toko lakarsantri Online merupakan pengembangan dari toko lakarsantri Ofline yang terletak di Jl. Lakarsantri I/42 Surabaya. Menjual berbagai jenis barang dagangan secara eceran atau grosir diantaranya busana, CD/VCD/DVD edukatif, dan obat Herbal. Semua dalam berbagai jenis dan model.

Saya membuatnya dari blog dan domain yang semuanya gratis. Naklun uji coba pasar online :-) yang saat ini makin ramai. Namun kelak dalam perkembangannya kami akan kembangkan dengan baik.

Meski begitu, Saya dan pihak toko lakarsantri berusaha memberikan yang terbaik dan terpercaya. Silahkan anda yang berminat berbelanja secara modern melalui internet silahkan klik www.tokolakarsantri.co.cc atau juga di Facebook di Toko Lakarsantri Online.

 

 

 

   Materi ini saya dapat saat sholat Tarawih di Masjid Ar Rahmah SDIT Utsman bin Affan yang sudah melaksanakan sholat Terawih bersama sejak awal puasa ini. Materi disampaikan oleh Dr.M.Baihaqi, MA seorang dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kesimpulannya saja yang akan saya share kepada pembaca blog tercinta ini he..he…

  10 hal itu  menjadi indikator apakah puasa seorang muslim telah “berhasil” apa belum. Meski puasa adalah ibadah yang Allah SWT sendiri yang memberikan balasan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ibadah dalam Islam selalu memiliki dampak terhadap sosial, dan inilah yang bisa dilihat, dirasakan, dan diukur oleh manusia.

  10 hal yang bisa menunjukkan kesuksesan seorang muslim berpuasa Ramadhan adalah :

  1. BERGEMBIRA DENGAN DATANGNYA RAMADHAN. Saya pernah teringat sebuah riwayat yang kurang lebih bermakna (mohon koreksi jika salah :-) ) bahwa seorang muslim yang benar akan menyambut baik datangnya bulan Ramadhan bahkan merindukan kedatangannya. Maka kesipulannya adalah perlu kita bergembira dengan datangnya bulan suci ini, jika tidak bisa berusahalah untuk bergembira meskipun dengan alasan yang mungkin sepele seperti bisa berbuka bersama, bisa sholat bersama, bisa belanja bersama, dll.
  2. BANYAK MELAKUKAN IBADAH SHOLAT SUNNAH. Seperti sholat Dhuha, sholat sunnah Rawatib, dll yang memang disunnahkan  atau dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW bukan dibuat-buat.
  3. TIDAK MENINGGALKAH QIYAMUL RAMADHAN. Atau yang biasa dikenal dengan sholat Tarawih sepanjang Ramadhan tidak boleh bolong-bolong.
  4. BANYAK MELAKUKAN INFAQ SHODAQOH. Ini tidak saja berupa uang atau materi namun termasuk juga tenaga dan pikiran. Bahkan terseyum kepada saudara semuslim juga termasuk shodaqoh kata Rasulullah SAW lho…
  5. MEMBERIKAN BUKA PUASA KEPADA ORANG YANG BERPUASA. Zaman sekarang tidaklah sulit melakukan yang satu ini, cukup lewat transfer rekening atau SMS ke penyedia pelayanan sosial terutama kepada orang yang memang membutuhkan.
  6. MENJAUHI MAKSIAT. Ini mutlak dilakukan bahkan tidak saja di bulan puasa namun juga di hari-hari biasa. Menurut Umar bin Khattab perbuatan maksiat adalah perbuatan yang jika kamu telah melakukan tidak ingin diketahui oleh orang lain.
  7. MENJAUHI PERBUATAN YANG MUBAH NAMUN SIA-SIA. Mungkin ini sedikit sulit melakukannya contoh saja ya… menjauhi menonton TV, jalan-jalan, baca koran, dll. Memang perbuatannya mungkin tidak termasuk dosa namun bisa melalaikan kita untuk melakukan hal yang wajib dan sunnah.
  8. MAMPU MENGKHATAMKAN AL QUR’AN. Sebagaimana para sahabat Nabi yang di bulan ini mereka berlomba-lomba banyak-banyakan khatam Al Qur’an bahkan Utsman bin Affan selama bulan Ramadhan mampu mengkhatamkan 30 kali. Bagaimana dengan anda dan saya ?
  9. BANYAK BERSILATURRAHMI. Sebagai bagian dari sunnah dan mempererat persaudaraan sangat penting, khususnya kepada orang yang membutuhkan.
  10. MELAKUKAN I’TIKAF DI 10 HARI TERAKHIR. Mungkin yang terakhir ini sangat berat apalagi bagi kita yang memiliki kesibukan kerja. Jam kerja kita saja baru 5 hari terakhir yang libur. Bahkan jika libur kita banyak disibukkan dengan yang aktifitas lainnya misalnya saja persiapan lebaran atau lainnya. Oleh karena itu lakukannlah Itikaf sebenarnya sebisa mungkin di masjid khususnya hari-hari ganjil di 10 hari terakhir, terutama saya sarankan kepada yang masih muda dan belum berkeluarga sebab waktu itu masih memungkinkan untuk i’tikaf 10 hari penuh. Jika masa belum berkeluarga ini lewat, mungkin bisa-bisa seumur hidup tidak bisa penuh, tapi jika kita punya niat dan semagat pasti mampu. Ini pengalaman pribadi.

  Demikian rangkuman materi terawih yang saya dengar dan sedikit saya komentari namun tidak keluar dari isi. Setelah saya pikir-pikir mungkin benar yang bisa mencapai 10 hal diatas adalah orang-orang yang terasa atau tampak berhasil dalam puasanya.

  Semoga kita bersama bisa mencapainya, dan jika yang belum ada perencanaan mulai saat ini RENCANAKAN ULANG TARGET PUASA ANDA…. mari kita berdoa bersama-sama agar mampu mencapainya secara bersama.

 

  1. Makan dan minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari.
    Dalam hal minum ini, para lansia (lanjut usia) seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit. Namun demi kesehatan, hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus.
    Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.
  2. Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori.
    Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Tapi tentunya, makanan dan minuman itu harus memenuhi standar gizi yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein, serta vitamin dan mineral secukupnya.
    Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman.
    Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung. Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.
  3. Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap.
    Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis.
    Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat.
  4. Sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak.
    Tapi ingat, sebaiknya makan sahur JANGAN terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari.
  5. Jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan.
    Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari.
  6. Istirahat di waktu siang hari. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.

Pada dasarnya Sekolah tidak perlu ada. Saat pendidikan menjadi sebuah keniscayaan, bahkan sejak lahir hingga liang halat sekaplipun. Pada dasarnya mendidik adalah tugas orang tua dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Namun, ketika ayah sudah mulai sibuk dengan kepentingannya dengan dalih mencari nafkah, kemudian ibu sibuk dengan urusan rumah tangga sebagai bentuk bakti sorang istri, dan tetangga sekitar juga melakukan hal yang kurang lebih sama yaitu sibuk dengan urusannya masing-masing maka lahirlah  Sekolah. Ataou mungkin tidak separah itu sibuknya, mungkin karena Tidak Tahu harus didik apa anaknya agar siap dnegan era zamannya kelak.

Hadirnya tempat berkumpul para anak-anak dari orang tua yang “sibuk” ini seakan menjadi solusi bagi orang tua. Dengan ongkos ganti pendidikan dan perawatannya yang dapat dianggakan berupa rupiah. Tragisnya, pemahaman yang demikian telah lama berlangsung sehingga beberapa orang tua menganggap “saya sudah bayar maka anak saya haurs pintar!” maka jika begini kelak akan muncul ungkapan “saya akan bayar jika anak saya pintar, kalau anak saya tidak pintar ngapain saya bayar!”

Logika sederhana itulah yang semakin menjauhkan jarak antara peran lingkungan orang tua dan sekolah serta masyarakat. Idealnya (menurut saya sih…) anak-anak kita tidak perlu sekolah (secara formal). Mungkin terlalu kalimat saya ini. Namun ada komponen yang harus dipenuhi jika kita bisa melakukan hal itu, yaitu :

  1. Negara menjamin keahlihan dan kemampuan (skill) yang terbukti dilapangan bahkan memberikan apresiasi dan mefasilitasi terjadinya asimilasi kultur edukasi secara masif
  2. Masyarakat telah teredukasi secara sistemik pada perangkat strata kemasyarakatnya yaitu keluarga, RT, RW, Keluarahan, PKK, Karang Taruna, dll dan juga secara kultural yaitu tradisi membaca, mencoba, bertradisi ilmiah, menhargai, mengapresiasi, dan segala sikap positif dalam mensikapi pendidikan.
  3. Siswa atau anak itu sendiri siap dan termotivasi sebab mereka seakan seperti “objek” dari lingkungannya namun mereka juga menjadi subjek kelak jika kematangan tiba.

Singkatnya sekolah yang saya maksud ini adalah bukan gedung sekolah namun sebuah komunitas yang biasa kita sebut Kampung.

Bayangan saya adalah saat anak kita lahir, kita tidak pernah sibuk meikirkan harus sekolah dimana, ayah-ibunya dan keluarga beserta tetangga saling memberikan pendidikan mulai dari moral, etika, semangat hidup, berkarya, dan bekerja. Jadi jika ada ang anaknya menjadi Insinyur pertanian, maka kita tinggal meninitipkan anak kita di kampung pertanian. Disana sudah ada fasilitas bertani yang modern, penuh falsafah hidup bertani, dan yang penting langsung praktek bersama masyarakat kampung tani.

Atau jika ada yang ingin menjadi akuntan, banker, dll, maka di kampung itu terdapat banyak bank (seperti di Zurich -Swiss mungkin) maka mereka langsung belajar bagaiama dengan uang sejak kecil dan yang paling penting prakteknya. 1 kampung bisa untuk beragam profesi yang bisa saling melengkapi dan mengisi.

Trus siapa yang menilai. Ya penduduk kampung itu sendiri, maka penduduk kampung adalah orang-orang yang terbaik atau tokoh-tokoh di bidangnya, dan bisa membimbing secara profesional, beretika, dan penuh muatan falsafah kehidupan.

Sederhananya begini (bayangkan) : Sebuah kapung Perkapalan maka Mahasiswa dan dosen kampus ITS jurusan Teknik perkapalan, PT. PAL, Departemen Kelauatan, bahkan warga nelayan tinggal di satu kampung itu. Mereka belajar, membuat kapal, dan berinteraksi dengan nelayan di dukung oleh Teknologi PT.Pal dan Pemerintah mencarikan dana, maka hasil temuan mahasiswa dan dosen inu bisa langsung diproduksi masal dan bisa dipakai oleh nelayan.

Mungkin Kalau diera saat ini model yang demikian disebut Program Training Camp, Magang, Program Holiday Camp, dll sepertinya mirip namun ini dalam tempo waktu yang lama sesuai dengan sekolah formal dan jenjangnyapun bisa sama bahkan legalitasnyanun bisa diberikan (kalau perlu) makanya peran negara sangat dibutuhkan.

Sekolah ini yang mungkin disebut sekolah kehidupan. Saling terintegrasi antara siswa, orang tua, dan masyarakat dan segara sekaligus. Ini memang seperti utopia. Namun saya percaya kelak ketika pemerintah dan warganya sudah mulai terdidik maka ini bisa terwujud. Ini sudah mulai dirintis lho, salah satunya negara Finlandia yaitu negara yang termasuk sukses dan “mendidik” warganya. Artinya jika ada orang yang kesana, secara tidak langsung mereka akan terbiasa dengan model mayarakat sana.

Saya percaya bisa, buktinya kenapa jika warga kita di negara lain katakanlah di Singapura, mereka sangat tertip dan disiplin. Namun setelah pulang ke Indonesia, seakan hasil “pendidikan” lingkungan Singapura itu hilang. Terbuktikan !!!

Ya… itulah hidup. Penuh realitas, kesenangan , kesedihan. Penuh tanda tanya, kenapa?, kok bisa?. Penuh keajaiban, aneh!, ajaib!. Penuh serba mungkin, ada yang miskin, ada yang kaya, mungkin besok tidak ada uang, mungkin besok banyak uang.Penuh teka-teki, bencana yang tidak tahu kapan datang, tsunami dan gempa tidak dapat ditebak, gunung meletus tidak bisa dilawan. Kesemua itu seakan menjadi HUKUM yang berlaku di KEHIDUPAN.

Nah…jika sudah tahu benini, maka apa yang harus kita lakukan? menurut saya yang bisa kita lakukan adalah MENSYKURI HIDUP. Mari kita nikmati hidup ini secara positif. tak ada yang bisa kita lakukan selain hanya menharap hasil yang positif dari hidup. Tapi ingat, hasil positif itu berkorelasi dengan USAHA kita sebagai manusia. Dan lagi usaha juga tidak dapat kita pastikan hasilnya karena hukum kehidupan.

Namun, kemurahan Allah SWT yang memberi kita Hukum Kehidupan yang ternyata PASTI. Api pasti panas, es pasti dingin, manusia pasti perlu minum, harimau itu liar, tumbuhan berfotosintesis, dan masih banyak lagi kepastian alam itu. Inilah yang dikenal degan Hukum ALAM.

Ada lagi hukum yang PASTI dan ini terbentuk karena peran dan kesepakatan manusia, artinya bisa saja berubah jika manusia seluruhnya sepakat. Itu adalah seperti 1+1=2, sisku-siku bersudut 90 derajat, roda yang bagus berbentuk lingkaran, dll.

Dengan adanaya dua hukum yang berlaku di kehidupan yaitu HUKUM KEMUNGKINAN membuat kita harus berfikir positif dan berusaha berkarya yang terbaik, sebab HUKUM KEPASTIAN mendukung itu semua. Siapa yang rajin akan pintar, siapa yang kerja keras akan sukses, siapa yang malas akan rugi, dll. Tapi tetap semuanya didalam KEMUNGKINAN dihadapan Allah SWT. Bukankah ALlah bisa membuat api menjadi DIngin, Bukankah laut bisa dibelah, bukankah, air bisa memamcar dari batu, dan banyak kisah nyata yang kita lihat yang mirip dan diluar akal.  Maka dekat dengan ALlah SWT adalah kunci untuk mendapatkan kemungkinan positif itu dengan doa.

Jadi berusaha posiotif dan berdoa positif adlaah solusi untuk mengaruhi kehidupan ini. Karena semua kita ketahui bersama ada hal yang tidak mungkin pun bisa menjadi mungkin jika dikehendakiNYA. Selaamt menjalani kehidupan secara positif.

MENURUT BLOOM

NO RANAH & ASPEK INDIKATOR CARA PENGUNGKAPAN
A. Kognitif

1. Ingatan

    2. Pemahaman

    3. Aplikasi

    4. Analisis

    5. Sintesis

    6. Evaluasi

    Menunjukkan,membandingkan,

    Menghubungkan, menyebutkan, menunjukkan

    Menjelaskan, mendefinisikan dengan kata-kata sendiri

    Memberikan contoh, menggunakan dengan tepat, memecahkan masalah

    Menguraikan, mengklasifikasikan

    Menghubungkan, menyimpulkan, menggeneralisasikan

    Menginterpretasikan, memberikan kritik, memberikan pertimbangan/penilaian

    Tugas/tes/observasi/

    pertanyaan

    Pertanyaan/tes/tugas

    Tugas/tes/observasi

    Tugas/tes

    Tugas/tes

    Tugas/tes

    B. Afektif

    1. Penerimaan

    2. Sambutan

    3. Penghargaan

    4. Internalisasi

    5. Karakterisasi

    Bersikap menerima, menyetujui, atau sebaliknya

    Bersedia terlibat, partisipasi, memanfaatkan atau sebaliknya

    Memandang penting/bernilai/ berfaedah/harmionis/kagum atau sebaliknya

    Mengakui, mempercayai, meyakini atau sebaliknya

    Melembagakan, membiasakan, menjelmakan dalam pribadi dan perilaku.

    Pertanyaan/tes/skala sikap

    Tugas/observasi/ tes

    Skala penilaian/tugas/ observasi

    Skala sikap/tugas/

    ekspresif/proyektif

    Observasi

    C. Psikomotor

    1. Keterampilan bergerak
    2. Keterampilan ekspresi verbal dan nonverbal

    Koordinasi mata-tangan – dan kaki

    Gerak, mimik, ucapan

    Tugas/observasi/tes tindakan

    Tugas/observasi/tes tindakan

    TAXONOMI PERILAKU (Bloom)

    NO RANAH ASPEK
    1. KOGNITIF
    1. Ingatan
    2. Pemahaman
    3. Aplikasi
    4. Analisis
    5. Sintesis
    6. Evaluasi
    2. AFEKTIF
    1. Penerimaan
    2. Sambutan
    3. Penghargaan
    4. Internalisasi
    5. Karakterisasi
    3. PSIKOMOTOR
    1. Keterampilan bergerak
    2. Keterampilan ekspresi verbal dan non verbal

    Kecakapan hidup (life skill)

    • General life skill

    Self awareness

    • Penghayatan diri
    • Menyadari kelebihan dan kekurangan
    Thinking skill

    • Menggali informasi
    • Mengolah informasi
    • Memecahkan masalah
    Social skill

    • kecakapan komunikasi
    • kecakapan bekerjasama
      • Specific life skill
    Academic skill

    • Identifikasi variabel
    • Merumuskan hipotesis
    • Melaksanakan penelitian
    Vocational skill
    • keterampilan kejuruan

    4 pilar pendidikan (Unicef)

    • Belajar mengetahui
    • Belajar berbuat
    • Belajar hidup bersama, belajar hidup dg. orang lain
    • Belajar menjadi seseorang

    “Didiklah anakmu karena ia akan hidup di zaman yang bukan zamanmu” (Ali bin Abi Tholib)

    Pendidikan

    —Adalah proses “memanusiakan” manusia.
    —Menjadi amanah bangsa :
    1. Muqodimah UUD 1945
    2. Pasal 31 UUD 1945 tentang Pendidikan
    3.Pasal 3 UU no.20/2003 tentang Fungsi Pendidikan Nasional

    JAUH SEBELUM ITU …
    —Alah sudah menegaskan dalam Al Qur’an tetang kedudukan ILMU dalam Islam.
    1)Misi Kekhalifahan ditunjang dengan Ilmu (QS. Al Baqarah 30-31)
    2)Ilmu datang mendahului sebelum Iman (QS. Al Alaaq 1-5)
    3)Semua Nabi dan Rasul dibekali ilmu/hikmah
    4)Syarat mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat adalah dengan Ilmu
    5)Allah mengangkat derajat orang yang berilmu
    Tujuan Terbesar Pendidikan
    Menjalankan amanah Allah di Bumi menjadi :
    1. KHALIFAH berfungsi sebagai IMARAH dan RI’AYAH
    (QS. Al Baqorah 2 : 30)
    2. INDIVIDU berfungsi sebagai ABID
    (QS. Ad Dzariyat 51 : 56)

    PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM
    1.Paradigma ‘ilmullah

    2.Paradigma Holistik – Integralistik

    Arah pendidikan adalah menjadikan manusia SEBENARNYA (sesuai dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki) dan SEUTUHNYA (sesuai dengan fitrah dan norma)

    Kesimpulan
    “Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan, maka Allah menjadikan ia pandai mengenai agama (dan Ia ilhamkan petunjukNya)” (HR. Muttafqun alaihi)
    Ilmu menurut Ibn Khaldun (1332-1406)
    —Menurutnya Ilmu dalam Islam mencirikan ilmu pengetahuan sebagai berikut :
    1.Theosentrik (QS. Al Imran 60)
    2.Monokotomik (QS. Al Ghasiyah 17-20)
    (Agama adalah sumber Ilmu)
    3.Ilmu tidak bebas nilai (QS. Ali Imran 190-191)

    Ini info saya dapatkan dari teman di bloraku.com, saya share kepada pembaca semua. Agar Vcd yang kita buat tidak dicopy orang lain.

    Caranya mudah bisa pake Nero yang biasa saya pakai. Dapat digunakan Program Video-CD Protector. Dengan program ini maka Vcd tidak dapat dicopy. Karena saat dimasukkan ke PC hanya akan terbaca sebagai disc kosong.

    Tapi ya gitu, Video-CD Protector ini menjadi tidak dapat diputar di PC. VCD hanya bisa diputar di VCD Player.
    Cara penggunaannya:
    1. Buatlah Image dengan vcd yang akan Anda proteksi, misalnya dengan Nero
    2. Jalankan Video-CD Protector
    3. Klik Browse, kemudian pilih file image vcd yang telah dibuat td.
    4. Klik Start
    5. Burning image vcd tadi.

    Untuk filenya bisa dowload disini

    Semoga bermanfaat.

    Tak ada yang meragukan cinta orang tua kepada anaknya, sebab itulah fitrah kesucian yang dititipkan kepada hati seorang ibu dan ayah. Dengan cinta ini orang tua rela membanting tulang, memeras keringat mencari sesuap nasi demi kelangsungan hidup anaknya tercinta, mereka lebih mengutamakan anak ketimbang dirinya. Begitu suci dan indah Allah memberikannya kepada para orang tua, namun ada yang memudarkan pancaran kesucian cinta,

    Bukankah kita masih mendengar berita bayi yang meninggal dibunuh ibunya, anak yang dicekik ayahnya, atau bahkan mengajak anaknya bunuh diri? Sesungguhnya pancaran kesucian cinta tidak hilang namun tertutupi oleh nafsu yang dirias indah oleh syaitan yang menghingapi orang tuanya.

    Namun Allah juga batasan cinta kita kepada anak, sebab Allah murka bila kita orang tua mencintai anak lebih daripada-NYA. Sang Pemberi Cinta tidak mau diduakan. Maha Pemilik Cinta memberikan batasan bercinta yang benar

    Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah  Barang siapa yang berbuat demikian, itulah orang-orang yang rugi”

    (QS. Al Munafiqun : 9)

    “Terbuka” itulah yang disampaikan oleh Hasan Al Banna dalam bukunya “Risalah Pergerakan” yang diterbitkan oleh Era Intermedia Jakarta yang sudah mencapai cetak ulang enam kali di tahun 2001. Di awal dipaparkan bagaimana dakwah yang dibawa oleh beliau dan prinsip-prinsip gerakan terhadap aliran/isme atau madzhab.

    Pada buku beliau terdapat bahasan “Kepada Apa Kami menyeru Manusia?” Hal.57-88. Kali ini penulis mencoba memberikan review yang tentunya sepemahaman penulis dan sangat mungkin terdapat kekurangan.

    Yang dapat ana tangkap dari bab ini, beliau memulai dengan kemungkinan manusia bebeda persepsi meski kita yankin sudah menjelaskannya segamblang-gamblangya, menurut beliau hal ini “karena tolak ukur yang digunakan oleh masing-masing kita dalam mempersepsi apa yang ia dengar dan apa yang ia katakana saling berbeda…” Oleh karena itu dibutuhkan arahan yang jelas bingkai jamaah.

    Berikut ini beberapa bingkai yang beliau gariskan dalam jamaah :

    1. Lanjut Baca »

    Halaman Berikutnya »



    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.