KEPADA APA KAMI MENYERU MANUSIA

“Terbuka” itulah yang disampaikan oleh Hasan Al Banna dalam bukunya “Risalah Pergerakan” yang diterbitkan oleh Era Intermedia Jakarta yang sudah mencapai cetak ulang enam kali di tahun 2001. Di awal dipaparkan bagaimana dakwah yang dibawa oleh beliau dan prinsip-prinsip gerakan terhadap aliran/isme atau madzhab.
Pada buku beliau terdapat bahasan “Kepada Apa Kami menyeru Manusia?” Hal.57-88. Kali ini penulis mencoba memberikan review yang tentunya sepemahaman penulis dan sangat mungkin terdapat kekurangan.
Yang dapat ana tangkap dari bab ini, beliau memulai dengan kemungkinan manusia bebeda persepsi meski kita yankin sudah menjelaskannya segamblang-gamblangya, menurut beliau hal ini “karena tolak ukur yang digunakan oleh masing-masing kita dalam mempersepsi apa yang ia dengar dan apa yang ia katakana saling berbeda…” Oleh karena itu dibutuhkan arahan yang jelas bingkai jamaah.
Berikut ini beberapa bingkai yang beliau gariskan dalam jamaah :
1. Dasar Pijakan adalah Kitabullah “dialah lautan dari mana dita meraup mutiara kecemerlangan, dan referensi kepada mana kita menentukan hukum”

2. Visi dan Misi Hidup ; (QS. Al Hajj 77-78) maka menurutnya “kaum Muslimin sebagai mandataris_Nya di hadapan umat manusia, memberikan kepada hak kepemimpinan dan kemimpinan atas dunia untuk menunaikan mandate suci itu. Jadi kekuasaan adalah hak kita, bukan hak Barat atau siapapun, keberadaannya adalah demi peradapan Islam, dan bukan peradapan materialisme”.

3. Tujuan ; berputarnya roda jamaah adalah tergantung dengan tujuannya sebab “adalah dasar dan perbuatan adalah buahnya”. Beliau butuh menjelaskan dan membatasinya. “Kita telah sepakat bahwa tujuan kita adalah memimpin dunia, dan membiming manusia kepada ajaran Islam yang syamil, dimana manusia tidak mungkin menemukan kebahagiaan kecuali bersamanya.”

4. Kredo perjuangan ; adalah prinsip dari gerakan yang menjadi motivator.
a. Untuk tujuan suci, kaum muslimin rela berkorban jiwa dan raga “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.”(At Taubah 111). Itulah sebabnya setiap Muslim menjadikan dunianya sebagai WAKAF bagi dakwahnya.
b. Pesaudaraan ; “Aqidah ini membuahkan gerakan Pembebasan Islam yang tiada taranya sepanjang sejarah manusia”. Artinya ketika jiwa-jiwa penduduk negeri diterangi cahaya Ilahi, maka lenyaplah segenap perbadaan, kezhaliman yang ada hanyalah keadilan, cinta kasih, dan persaudaran.

5. Pembiayaan ; “Saya senang untuk mengatakan kepada mereka bahwa dakwah-dakwah agama bertumpu pada iman dan aqidah, sebelum harta dan kekayaan dunia yang fana” Begitulah jamaah ini dibiayaai, istilah shunduquna juyubuna mungkin seperti itu kurang lebih. “…Al Hamdulillah dengan dana sedikit -tapi dengan kebesaran iman- dia telah menjadi sarana meraih kuseksesan bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa beribadah dengan penuh kejujuran dan sesungguhan.”

6. Sikap
a. Terhadap Politik
Para ikhwah adalah penyeru kepada Islam yaitu ajaran Al Qur’an dan Sunnah, serta jejak kaum Salafus Sholih menjadi panutan, tak penting meributkan istilah-istilah politik. “Jika seruan itu kalian anggap sebagai politik, maka itulah politik kami. Dan orang yang menyeru kalian kepada itu semua kalian katakana sebagai politikus, maka Alhamdulillah kami adalah politikus yang paling ulung. Jika kalian ingin menyebut itu sebagai politik, silahkan memberi nama apa saja yang kalian suka. Sebab nama sama sekali tidak penting bagi kami, selama muatan dan tujuannya jelas.”
b. Kebangsaan
Sesungguhnya batas bangsa adalah aqidah (ukhuwah), bukanlah nasab atau territorial. Islam adalah satu bangsa. “Allah adalah Pelindung orang-orang beriman, Dia mengeluarkan kegelapan menuju cahaya.” (Ali Imran 257) Tak ada kehormatan selain menisbahkan nasab kepada Allah “…adakah kemuliaan yang lebih agung dan kekuatan pendorong kepada keutamaan yang lebih hebat melebihi kenyataan ketika anda melihat diri anda menjadi Rabbani, dimana hubungan anda dengan Allah terus terpaut dan selalu kepada-NYA…”
c. Sumber Kekuatan
Sesungguhnya kekuatan tertinggi adalah iman. “…mereka tidak takut pada keganasan pasukan karena mereka hanya takut kepada Allah…” “Jika Allah menolong kamu, niscaya takkan ada yang sanggup mengalahkan kamu” (QS Ali Imran 160)
d. Hak Kemanusiaan
Hak umat Islam adalah (1) jidad dengan sebenar-benar jihad “…dengan jalan menyebarkan dakwah Islam kepada segenap umat manusia. Bila mereka enggan menerima dakwah Islam dan bersikap tiran serta zalim, maka diperintahkan menyebarkan dakwah itu dengan pedang” (2) Menjaga kebenaran dengan kekuatan “…jihad menyebarkan dakwah Islam adalah suatu kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada kaum muslimin. Kewajiban itu sama besarnya dengan sholat…”

7. Cara
Jalan untuk membangun peradapan yang besar sudah sangat jelas dituntunkan Rosulullah. Untuk membangun dan membela agama haruslah memiliki kekuatan jiwa yang dasyat. “Kekuatan jiwa itu terekspresikan dalam beberapa hal berikut ; tekad membaja yang tak pernah padam, kesetiaan yang teguh dan tidak tersusupi penghianatan, pengorbanan yang tidak terbatas dengan keserakahan dan kekikiran, pengetahuan dan keyakinan serta pengormatan yang tinggi terhadap ideology yang diperjuangkan.”
Untuk membagun ketertinggalan dengan Barat hanya dengan kesadaran diri sendiri akan kekuatan spiritual. “…membangun kekuatan spiritual yang dasyat dan membina keluhuran budi pekerti, niscaya sarana-sarana kekuatan fisik itu dengan sendirinya akan dating pada mereka dari berbagai arah. Sungguh terlalu banyak lembaran sejarah yang membuktikan akan hal itu.”

8. Waspada
a. Penyimpangan
Yang perlu diwapadai adalah ketaklidan, yaitu menambal sulam kebangkitannya dengan system-sistem yang lapuk dan usang dari non Islam.
b. Hukum
Bagi kaum muslimin hokum haruslah bersumber dari syariat Islam berakar dari Al Qur’an dan sesuai dengan dasar-dasar yang terdapat dalam fiqih Islam.
c. Life Syle (dedonisme)
Umat Islam harus berusaha sekuat tenaga –dengan power dan hokum- untuk membasmi semua gejala kerusakan. Mereka tidak boleh lemah dan berhenti.

9. Alternatif
a. Pendidikan ; setiap uamat dan bangsa tentu memiliki strategi pendidikan guna membangun pemuda dan generasi masa depan yang tangguh yang merupakan tumpuan umat baru itu.
b. Dayagunakanlah persaudaraan kalian

10. Optimisme ; kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini akan menjadi kenyataan esok hari. “Siapa yang bisa percaya sebelumnya bahwa ditengah gurun pasir jarirah Arab yang gersang memancarkan ccahaya kearifan, dimana dengan kekuatan spiritual dan kemampuan berpolitik putera-puteranya dapat menguasai dunia…siapa yang percaya Sholahuddin Al Ayubi yang berjuang dalam waktu lama akhirnya dapat mengusir raja-raja Eropa, sekalipun jumlah mereka jauh lebih banyak….”
11. Refleklsi ; Kisah kebangunan sebuah umat
a. Kelemahan ; (QS. Al Qashash 3-6) tentang penindasan pemimpin thoghut dan lahirnya mentari pemimpin agung mereka Musa.
b. Kepemimpinan ; (QS. Asy Syu’ara 16-21sekarang ia telah tumbuh dewasa dan matang dibawah bimbingan Ilahi, jiwanya memberontak pada tirani dan jijik melihat kediktatoran.
c. Pertarungan ; (QS. Al ‘Araf 127-128) sekarang kita menyaksikan pertarungan antara kebathilan dan kebenaran yang senantiasa bersabar dan pemimpinnya selalu membimbing kearah ketenangan hati.
d. Iman ; (QS. Thaha 72-73) sekarang kita menyaksikan kekuatan iman dan kesabaran dari teladan abadi yang tak retas oleh kedholiman.
e. Kemenganan ; (QS. Thaha 80) sekarang kita menyaksikan buah dari keimanan dan kesabaran yaitu kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan berita gembira.


  1. ahmadsariman

    subhanallah




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: