ADIL ; PSIKOLOGIS, KOGNITIF, dan PSIKOMOTORIK

21 Desember 2015 at http://www.facebook.com/qodrat.ar

“Dan janganlah sekali-kali KEBENCIANMU terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuiapa yang akan kamu kerjakan”. (QS. 5:8)

Perintah itu jika diganti “Dan janganlah sekali-kali KECINTAANMU terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa”

Sungguh suatu perintah yang dahsyat yang artinya diminta berbuat adil meski saat itu dalam kondisi PSIKIS sedang benci ataupun cinta.

Selanjutnya ada kalimat dari Mas Pram “seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”
Kalimat ini sering dipakai kaum intelektual dalam hukum, kalimat itu mengajak agar bisa berbuat adil sejak dalam kondisi KOGNITIF. Artinya pada kondisi berfikir apapun maka berupayalah untuk bersikap realistis, normal, dan rasional. Hatters atau Lovers tidak akan mampu mencapai berfikir adil.

Dalam prakteknya berbuat adil lebih banyak menyinggung afektif karena adil sering menggunakan kata awal “rasa”, melakukan keadilan dalam berfikirpun kadang mati rasa sebab psikologis benci atau cinta ini.

Hakekat adil hanyalah Allah SWT yang bisa, manusia hanya berusaha mencapai rasa keadilan itu. Maka ukurlah norma-norma adil itu dari Tuhan karena Dia-lah Yang Maha Tahu. Mungkin ada multi tafsir, namun jika sudah diniatkan sejak awal ingin meneggakkan keadilan Tuhan, maka Insya Allah akan mudah.

Akhirnya yang paling ditunggu adalah aksi atau PSIKOMOTORIK karena AFEKTIF dan KOGNITIF tidak akan tampak. Dalam terminologi agama, niat & pikiran saja tidak terhitung dosa sampai terjadi aksi itu, namun jika kebaikan sudah mendapatkan pahala.

Maka sampai-sampai Ibn Hazm menulis “Termasuk bentuk kedzaliman terburuk adalah mengingkari orang yang sering menyakiti pada saat sesekali ia berbuat kebaikan”.
Tidak mudah memang menakar perasaan dan mengarahkan pikiran untuk meraih keadilan. Hanya kekuatan hati dan iman yang teguh saja yang mampu.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: