BERDAMAI DENGAN NASIB

14 Desember 2015 at http://www.facebook.com/qodrat.ar

Apapun yang menimpa kita tidak pernah tahu, inilah yang disebut nasib. Mungkin nasib berkonotasi negatif, tapi tidak juga karena nasib bermakna netral, bisa baik atau buruk bergantung sudut pandang si empunya.

Manusia hanya berusaha & berdoa agar memperoleh nasib baik. Tentu ada cobaan/ujian agar terfilter manakah yang terbaik amal perbuatannya. Ujian bisa berupa kenikmatan atau kesusahan, lagi-lagi itu bergantung penerimaan si empunya.

Jabatan adalah amanah, dan amanah adalah ujian. Maka berdamailah dengan nasib anda yang terpilih karena berat memang menjalankan amanah. Maka berdamailah dengan jabatan yang anda pegang dengan melakukan yang terbaik.

Itulah cara Allah memfilter anda dan memberi peluang kepada anda agar menjadi hamba pilihan, yaitu hamba yang terbaik.
Ibarat gabah, maka anda akan dipaksa bergesek, ditempa, digoyang, dan dipukul berkali-kali agar gabah tadi mengeluarkan lapisannya dan keluarlah butiran beras. Sebab jika hanya sedikit gabah maka tidak akan berhasil.

Mari kita lakukan yang terbaik. Meski sulit tapi harus tetap dijalani, anda masih bisa berfikir, bermusyawarah, dan berdoa dalam mengambil keputusan. Keputusan anda jika salah mungkin bisa merusak keadaan tapi Insya Allah mendapat pahala 1, itupun menjadi pengalaman berharga agar jadi lebih baik.

Maka berdamailah dengan nasib kita sendiri.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: