PEPESAN KOSONG KEMENANGAN GOLPUT

Kali ini tidak membahas syar’inya, itu sudah selesai banyak ulama mengupas ini. Kali ini hanya membuka pikiran saja.
Pesta demokrasi pilkada serentak baru saja selesai. Versi lembaga survai sudah merilis siapa calon pemenang dan ini menjadi bahan diskusi menyenangkan para pengamat. Ada yang luput dari sorotan yaitu suara golput atau tidak memilih. Padahal angka prediksi golput rata-rata 40-60%, bukan angka yang sedikit.

Dengan prosentase besar itu, kaum penyuara atau dakwah golput ini sejak dahulu mengklaim kemenangan, padahal ada banyak faktor kenapa mereka golput.
Apakah besarnya golput itu mencederai demokrasi? Mungkin iya, tapi itu sudah konsekwensi lazim dengan sistem demokrasi, dan akan masuk bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Tidak lebih.
Apakah besarnya golput membatalkan hasil suara demokrasi? TENTU TIDAK. Hasil perolehan suara pemenang hanya dihitung dari suara yang sah.

Disinilah pepesan kosong itu, dengan angka yang tinggi tapi tidak mendapatkan kemenangan apapun, artinya tidak ada wakil atau pemimpin yang bisa diusung dari kelompok golput ini. Jika mereka mengklaim menang, sungguh naif apa arti kemenangan itu apabila kekuasaan dan hak memimpin tidak ada.

Justru mereka ikut berperan baik sengaja atau tidak jika yang terpilih dari suara sah adalah calon pemimpin yang baik, sebaliknya jika yang terpilih orang yang kurang atau tidak baik maka mereka juga ikut berperan memenangkan pasangan tidak baik itu.

Itulah demokrasi, sistem ini sudah ada bahkan saat saya belum lahir, ini sudah disepakati oleh para pendiri bangsa dan terus berubah sesuai dengan kesepakatan bersama atau suara mayoritas parlemen, sadarlah para perubah sistem itu keberadaannya juga atas hasil demokrasi. Sedikit banyaknya orang yang duduk disana bergantung hasil demokrasi. Disanalah pertarungan membuat sistem terjadi, ini sangat penting diperjuangkan karena berdampak besar terhadap sistem pemerintahan dan tokoh-tokoh pemimpin yang hadir memimpin kita sebagai rakyat, maka muncullah istilah dakwah parlemen.

Jadi apakah masih menganggab golput menang?




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: