RASA ESTETIKA DAN KOMUNIKASI KAMPANYE 2009

pemilu

Semarak pesta demokrasi di Indonesia semakin menjadi terlebihsemakin dekatnya pemilu tanggal 9 April 2009. Tentu sudah menjadi jamak saja apabila mendekati pemilu partai politik dan para calon anggota legislatif (caleg) marak perkampanye, foto-foto caleg bertebaran di sepanjang jalan dan gang-gang, brosur partai di sebar ke mana-mana, baliho, hingga ilkan dalam media cetak dan elektonik menjadi-jadi, tentu itu bisa memberikan rizki kepada industri komunikasi itu sendiri. Namun sudahkah kampanye memenuhi estetika dan komunikatif? apalagi aturan kampanye yang sudah di tetapkan?

Untuk aturan kampanye sudah ada yang mengawasi yaitu Panwaslu, nah estetika dan komunikatif anda dan saya yang bisa merasakan dan menilai sendiri meski kurang secara tori tapi merasakan seni dan komunikasi itu bisa dirasakan secara subyektif lho…

Pendapat saya tentang estetika, mungkin partai peserta pemilu sudah mendesain sedemikian rupa alat peraga pemilu mulai bendera, brosur, baliho, dll bahkan berkonsultasi dengan para ahli minimal tukang cetaknya iya kan dia kan ahli juga🙂 menurut saya memang secara institusi parpol sudah memenuhi estetika tapi minim banget soalnya kreatifitas kurang andalannya ya photo dan lambang partai saja desain monoton dan kaku mungkin masih bisa di perdebatkan sih pendapat saya ini, tapi penempatan poster, bendera, baliho, dll saya Rasa perlu dibahas lagi malah jalan semakin ramai dan kurang apik, tinga telphon, listrik, pohon, rambu, dan tempat lainnya serasa belum cukup memenuhi kampaye 44 parpol plus calegnya seakan tempat-tempat yang layak belum cukup buat mereka akibatnya mengabaikan unsur estetika manusiawi.

Saya tidak perlu menyebut satu-persatu parpolnya anda sudah bisa menilai dari sudut seni humanistik manusiawi kita, yang namanya sampah berserakan di halaman tentu seni kita mengatakan halaman itu kurang apik, lantai yang berserakan lumpur itu juga kurang apik bahkan bisa kita katakan jelek.

Untuk komunikatif, saya nukil pernyataan Jalaluddin Rahmat seorang pakar komunikasi mengatakan kampanye sekarang sama sekali tidak komunikatif, mereka mengabaikan teori-teori komunikasi hanya memperturutkan tim suksesnya saja, ya jadilah poster dan iklan yang sudah kita rasakan sendiri. Nah, anda sudah bisa merasakan kan mana partai yang komunikatif iklan dan posternya, disebut komunikatif itu minimal bisa membuat anda tertarik dan mencari tahu tentang partai itu, itu minimal mestinya selain yang saya sebut tadi bisa membuat anda tahu caleg atau partainya khususnya visi dan misi.

Gimana kampaye ini menurut anda?




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: