Problematika Remaja ; KENAPA ANAK BERKATA-KATA KOTOR?

Penggunaan kata-kata yang ditekankan atau ditinggikan suaranya sering kita temui pada remaja, kebanyakan muncul karena ketidak sengajaan atau bentuk reflektif bahkan ada juga yang meiliki unsur kesengajaan dari anak yang bersanggkutan. Dengan enak dan enteng kadang kata-kata itu terucap dengan keras saat dia mengalami suatu emosi yang sifatnya positif atau negatif.

Tidak semua kata-kata anak itu bisa muncul negatif, bahkan ada juga yang positif. Kata-kata ini ada 2 (dua) golongan :

  1. Dzikir, biasanya digunakan pada anak remaja yang sudah memahami agamannya semisal : masya Allah !, Allahu Akbar, Inna lillah, hebat!, daysat!, dll tentu kata-kata ini tidak berkonotasi negatif malah positif.
  2. Umpatan, biasanya digunakan jika ia merasa tidak suka terhadap orang atau sesuatu seperti : kurang ajar kamu!, brengsek kamu!, dll

Kenapa itu muncul? …….

Remaja menggunakan kata-kata itu kadang untuk beberapa alasan diantaranya :

  • mencari Perhatian, hal ini dilakukan agar dia tampak seperti orang yang keren, sholeh, terkesan intelek, dll
  • menakut-nakuti, untuk yangini dilakukan agar dia seperti orang yang superior dihadapan lawan bicaranya.
  • ungkapan emosi, biasanya muncul saat dia dalamkondiri benar-benar marah bahkanluapan emosi kadang tidak terbendung.
  • simbol kedewasaan, kadang beberapa kata umpatan itu menjadi simbol bahwa dia sudah dewasa, hal ini dikarenakan ketika kecil anak melihat tindakan yang salah namun banyak dilakukan orang dewasa sehingga persepsi itupun dipahami demikian.
  • simbol diterima kelompok, beberapa kelompok remaja menggunakan kata-kata umpatan sehingga agar diakui menjadi bagiankelompok itu mereka melakukan umpatan itu.

Yang bisa dilakukan

Sebagai pendidik atau orang tua yang dapat dilakukan kepada mereka adalah :

  • Larang mereka, tegaskan bahwa kata-kata umpatan itu tidak baik dan tidak layak diucapkan oleh manusia
  • Pahami mereka dengan lebih empatik, artinya melarang mereka dengan sebelumnya memahami kenapa mereka melakukan itu. Tanyakan dari siapa dia tahu, apa fungsinya, tujuannya apa. Rasakan anda sebagai remaja seperti yang sedang anda tanyai
  • ganti dengan kata-kata yang positif, jelaskan perbedaan antara dzikir dan upatan dan kenapa kita memilih dzikir
  • Hukuman, dapat diberikan jika kita sudah memeberikan penjelasan dan peringatan, artinyamereka tahu kenapa sampai dihukum dan kenapa, jangan samapai mereka bingung kenapa di hukum dan atasa apa.
  • Penghargaan, hargai mereka dengan lebih apabila berhasil meninggalkan kebiasan upatannya

Mungkin itu diantara yang bisa kita lakukan, yang terpenting adalah memerikan tauladan dahulu kepada remaja, sebab tauladan lebih utama dari peringatan, wallahu’alam

Tulisan lain disini


  1. Semoga bermanfaat…🙂




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: