BELAJAR DARI SYAIKH AL MAKTOUM

Nama lengkapnya adalah syaikh Mohammed bin Rasyid al Makhtoum, beliau adalah Bapak Pembangunan bangsa Uni Emirat Arab. Dialah yang menyulap tanah Emirat yang gersang, panas, tidak enak dipandang menjadi kawasan istimewa. Cita-citanya adalah “….saya ingin menjadikan Dubai adalah Hong Kong-nya Timur Tengah!” sekarang siapa yang tidak mengenal Burj Al Arab, Fly Emirates, Pulau buatan Palm, dan yang lagi dibangun adalah gedung tertinggi di dunia yang sampai kini belum diketahui sampai batas ketinggiannya padahal saat ini sudah 800 m atau hampir 2 kalinya menara kembar Petronas Malaysia.

Beliau telah berhasil membawa UEA menjadi negara paling maju di Timur Tengah. Dalam setiap perencanaanya bukan sekedar rencana. Baginya rencana harus mengandung tiga hal yaitu : FILOSOFI, PRIORITAS, DAN DISIPLIN.

Ia berfilosofi untuk mengedepankan ekonomi ketimbang politik, menurutnya untuk berpolitik beradap, manusia harus sejahterah lebih dahulu, maka yang dibutuhkan adalah orang-orang yang membangun bukan para politisi yang bisanya cuma ngomong dan kritik. Prioritasnya adalah mentrasformasi pemerintahan menuju perusahan bermanagemen modern dengan nilai-nilai semangat yang baik. Selanjutnya infrastuktur beliau bangun sebagai sarana untuk mencapai kemajuan. jalan, pelabuhan, bandara, sekaligus pesawatnya beliau bangun yang terhebat dan mewah layak jika Fly Emirates menjadi makapai penerbangan terkuat di dunia.

Dan terakhir yang tepeting adalah DISIPLIN, tak ada yang dapat maju tanpa adanya disiplin. Disiplin adalah budaya, budaya bisa dibentuk dari kebiasaan dan nilai-nilai kehidupan yang ada. Indonesia memiliki nilai itu tapi tidak ada kebiasaannya, untuk membuat kebiasaan ada baiknya jika kita sedikit “memaksa” dengan memberlakukan wajib militer bagi bangsa ini. Mungkin ini kedengaran radikal, tapi jika kita menilik hampir semua negara maju pernah melakukan wajib militer, mungkin satu-satunya yang mengerti disiplin adalah dengan bahasa militer, sebut saja Jepang, Korea, Hong Kong, Inggris atau bahkan Amerika sendiri pernah melakukannya. Sekarang mereka menikmati hasil kedisiplinan itu dari “kerja militer” orang tua mereka.

Semoga bangsa kita ini lebih bisa maju dan beradap, karena saya YAKIN HAPARAN ITU MASIH ADA…. BANGKITLAH BANGSAKU !!!!!!

Tulisan lain disini.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: