REFRESH RUHIYAHMU !!!

“Janganlah takut akan datangnya malam, sebab akan hadir keindahan bintang dan bulan.”

“Apabila hari ini adalah sama, maka engkau sesungguhnya telah rugi.

apabila hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka sesungguhnya engkau telah celaka” ( Al Hadist)

Kemana datangnya kehidupan dan kemana pula arah kehidupan. Dua pertanyaan inilah yang mewarnai bagaimana manusia akan menjalani hidupnya. Apabila manusia mempertanyaan bagaimana ia hadir, bagaimana ia ada, bagaimana ia tercipta adalah sebuah unkapan esensi fitrah. Pertanyaan-pertanyaan asal usul adalah sebuah cerminan transendental manusia kepada Sang Pencipta.

Maka jawaban yang terbaik (menurut penulis) adalah dikembalikan kepada Sang Pencipta itu sendiri. Tuhan menciptakan makhluk bukan atas dasar iseng, ketidak sengajaan, atau ingin main-main. Sebab Tuhan tidak akan pernah bermain dadu. Semua ada tujuannya. Bagaimana manusia tahu? Tuhan tahu letak kelemahan dan kelebihan manusia, untuk perkara ini manusia adalah bodoh, meski dengan akalnya manusia pasti belum mencapai tingkat yang sesuai dengan keinginan Tuhan. Maka, dengan Rahman dan Rahim-NYA Allah menurunkan petunjuk-petunjuk lewat para Rasul dan Nabi. Petunjuk-petunjuk ini berupa firman dan sabda suci para Rosul, maka dari manusia pilihan inilah manusia dapat mengetahui kenapa di ciptakan. “Aku ciptakan Jin dan Manusia hanya untuk beribadah kepada-KU” sebuah jawaban tegas dari Allah untuk jawaban pertanyaan pertama.

Kemana arah kehidupan adalah sebuah keinginan Tuhan untuk mengisi kehidupan manusia hingga meninggal dengan ibadah kepada-NYA. Dari pencarian jawaban inilah manusia mengisi kehdiupannya dengan berbagai perbuatan. Manusia akan berbuat kebaikan apabila ingat dengan tujuan semula, sebaliknya perbuatan yang kejipun terjadi apabila tergelincir dari tujuan kehidupannya.

Kedua pertanyaan di awal menjadi energi manusia untuk berbuat lebih banyak lagi kebaikan atau sebaliknya, kejahatan. WAKTU adalah sebaik-baik penjawab.  Setiap perbuatan pasti ada balasannya.  Janganlah bersedih apabila  dosa kita menumpuk, namun  bangkitlah dari kesedian dan penyesalan dengan mohon ampun kepada Allah sebab DIAlah Maha Pengampun. Sebab manusia adalah tempat SALAH dan LUPA, namun sebaika-baik pelaku pelanggaran adalah bertobat dan tidak akan mengulanginya kembali.

Selama kita hidup selama itu pula harapan akan mengiringi kita, selama itu pula kesempatan anda berbuat kebajikan atau malah tergelincir. Jawaban dengan menunggu WAKTU kadang berakibat penyesalan.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: