MENTALITAS SUKSES

  Kamu pasti sering melihat ada remaja yang dengan rela bersusah payah untuk menghadiri band kesayangan lengkap dengan atribut-atribut band tersebut, bahkan masih ingat kan peristiwa tewasnya 11 remaja di Bandung saat konser peluncuran album sebuah kelompok musik aliran underground, remaja yang meniru model rambut dan pakaian ala punk, atau ala ala yang lain.
Namun kamu juga dapat menjumpai remaja yang asyik dengan buku bacaan dengan tampilan yang biasa saja, kegiatan ekstra dengan tampilan nyentrik ala seniman, atau remaja yang tampil apa adanya tanpa embel-embel dirinya. Atau kamu liat remaja yang semangat pantang menyerah untuk belajar dan berprestasi dengan tampilan bersahaja. Kenapa bisa berbeda? Jawabnya semua tergantung konsep dirinya.
Pertanyaannya kenapa remaja berbuat dan rela melakukan seperti itu? Sebelum kamu pusing berfikir untuk orang lain, nih Coba kamu jawab pertanyaan sederhana ini, “Siapa diri kamu menurut pikiran kamu?” kalau kamu sadari sesungguhnya jawaban kamu itu menunjukkan konsep dirimu.
Ya benar, konsep diri. Inilah yang mendasari mereka untuk rela melakukan semua itu secara sadar atau tidak sadar. Konsep diri adalah pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri yang terbentuk melalui pengalaman hidup dan interaksinya dengan lingkungan serta mendapat pengaruh dari orang-orang yang dianggap penting.
Ada 3 (tiga) komponen penting dalam konsep diri menurut Adi W. Gunawan yaitu 1) Self-ideal (Diri Ideal), 2) Self-image (Citra Diri), dan 3) self-esteem (Harga Diri).Wah, aku ngrasa bingung kata-kata apa itu….?
Nah, biar tidak bingung. Berikut ini penjelasannya. Diri Ideal, adalah sosok diri yang kamu inginkan dimasa depan. Setiap orang pasti mempunyai diri ideal baik disadari atau tidak disadari, asal kamu tahu, diri ideallah yang menentukan sebagian arah hidup kamu. Diri ideal merupakan gabungan dari semua kualitas dan ciri kepribadian orang yang sangat kamu kagumi atau kamu menyebutnya idola. Orang dikagumi karna kelebihan orang itu pada sisi tertentu, sadar atau tidak kamu akan selalu menjalani hidup seperti standar ideal kamu sebab kamu akan membandingkan diri kamu dengan orang idaman kamu itu meski hanya di beberapa sisi-sisi tertentu kehidupan sang idola.
Berikutnya adalah Citra Diri, adalah cara kamu melihat diri kamu sendiri dan berfikir mengenai dirimu pada saat ini. Kok aku masih bingung ya!? Gini aja, kamu pasti pernah bercermin kan? Nah waktu bercermin itu jawab dengan jujur orang seperti apa dihadapan kamu saat ini. Apa orang culun, bloon, bodoh, pemalas, ngantukan, bla…bla… atau kamu melihat orang sukses, hebat, antusias, semangat, pintar, percaya diri. Asal kamu tahu, orang akan bertindak layaknya apa yang dia lihat, artinya jika kamu “melihat” orang sukses maka kamu akan terdorong bertindak seperti orang sukses, sebaliknya jika “melihat” keminderan maka kamu akan terdorong untuk seperti itu. Bukankah Allah menegaskan bahwa “manusia diciptakan dalam keadaan yang sempurna” fii ahsani takwim man! Ada kata-kata menarik dari Elenoe Roselvelt “Orang tidak dapat menghinamu sebelum kamu mengizinkan” Bagaimana jika kamu tidak menghargai dirimu sendiri, mungkinkah orang lain akan berbuat serupa?
Terakhir adalah Harga Diri, dapat diartikan sebagai kecenderungan dalam diri seorang dalam memandang dirinya pribadi sebagai orang yang cakap, mampu, pintar, dan memiliki keunggulan-keunggulan. Harga diri yang tinggi dan baik sangat tergantung dengan diri ideal dan citra dirinya. Jika ia gagal memenuhi standar-standar ideal diri dan memandang diri negatif bisa dipastikan harga dirinya akan rendah, sebalihnya jika memenuhi diri ideal dan memandang diri positif maka harga diri akan berkedudukan terhormat. Malu kepada Allah dan diri sendiri jika gagal memenui diri ideal dan cita diri adalah sebaik-baik malu.
Kawan ! Allah sudah menetapkan orang terbaik sebagai idola adalah Nabi Muhammad SAW adalah kewajiban, namun sunnahnya kamu bisa pilih banyak dalam Islam tokoh-tokoh yang layak dijadikan idola, Apa kita tidak boleh mengidolakan tokoh-tokoh non-muslim? Boleh aja asal sisi positif saja yang dapat kamu jadikan contoh. Kemudian yakinkah dirimu mampu sebab memang kamu mampu, karena Allah sudah menegaskan lho maka berusaha, berdoa, dan bertawakkallah. Sudahkah kamu memiliki konsep diri yang positif?



    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: