MENJADI MARKETER PLUS ALA HERMAWAN

“…. di era sekarang ini orang akan dapat maju dan berkembang
apabila dapat “menjual” dirinya.”
“Jika anda berfikir bisa maka akan (bisa melakukannya” —- Noman Vincent Pelae—-

Pengalaman sebagai Direktur Distribusi PT. HM. Sampoerna membuatnya matang. Kematangan Hermanan Kertajaya telah dibuktikan dengan mendirikan MarketingPlus Profesional Services di tahun 1989. Arek Suroboyo ini adalah pakar pemasaran ulung sekaligus komunikator ulung, kelebihannya adalah mampu menyampaikan konsep dan teori-teori besar secara popular, sederhana, jelas dan mudah ditangkap.

Buku Marketing Plus 2000: Sisasat Memenagkan Persaingan Global, merupakan karya Hermanan Kertajaya yang berupa kumpulan ide, gagasan dari kerangka kerja bisnis yang sangat strategik serta jitu bagi preusan-perusahaan Indonesia di arena persaingan yang semakin sengit dan penuh kejutan. Buku ini merupakan kumpulan artikel-artikelnya di harian Bisnis Indonesia tentang konsep dan gagasan bervisi ke depan dengan berpijak pada kasus-kasus hidup dalam pemasaran Indonesia yang tesaji nyaris mirip “cerita bersambung” menjadikan enak dan mudah dibaca sehingga mampu membuat pembaca dan khalayak seolah menikmati hiburan bahkan orang diluar binsispun akan dengan mudah memahaminya.

Alumnus Master di University of Strathclyde Glasgow dalam bukunya menekankan tentang redefinisi marketing. Redefinisi pemasaran yang dilakukan Hermawan sebagaimana dijelaskan dalam kerangka kerja Marketing Plus 2000 adalah menjadikan pemasaran sebagai jiwa tidak lagi sekedar menjadi salah satu anggota tubuh perusahaan. Hermawan Kertajaya menegaskan bahwa untuk bisa sukses bersaing dalam era globalisasi dan liberalisasi perdagangan perusahaan-perusahaan Indonesia mesti melakukan redifinisi pemasaran. Sebab, pemasaran mesti mengikuti perubahan suatu variabel yang sangat menentukan.

Selain itu Hermanan juga menegaskan adanya 3 (tiga) nilai utama dalam perusahaan. Pertama, merek lebih penting dapripada produk, karena pada hakekatnya pelanggan membeli merek bukan produk. Kedua, apapun bisnis yang dijalankan pemilik perudahaan harus menganggapnya sebagai bisnis jasa. Ketiga, setiap orang di dalam preusan harus mersa terlibat dalam proses pemuasan pelanggan, baik secara langsung atau tidak dan bukan hanya sebagai pelaksana dari statu fungís tertentu. Inilah beberapa pokok pikiran penting tentang kerangka kerta Marketing Plus 2000 yang pertama kali diperkenalkan melalui majalah SWA Agustus 1994 yang ternyata mendapat sambutan luas dari pelaku bisnis di tanah air.

Buku ini terdiri atas 4 bagian yang masing-masing bab diawali dengan frame konsep penting Marketing Plus 2000 sehingga mempermudah memahaminya kemudian diikuti dengan “cerita-cerita sederhana” bisnis yang sarat “hikmah” dari realita bisnis Indoensia saat ini. Bab pertama mengulas tentang siasat dalam memenagi persaingan global, kedua berisi tentang strategi pemasarannya, diteruskan di bagian ketiga berupa tentang taktik pemasaran yang efektif dan terakhir, empat, meredefinisi nilai pemasaran.

Menurut saya konsep yang ditawarkan Hermawan saat aplikable di semua hal seperti patrai politik, organisasi, jamaah, atau bahkan diri anda sekalipun. Sebuah organisasi atau jamaah dapat berkembang cepat berkembang apabila setiap anggota mampu menjadi marketer bagi ornganisasinya, menunjukkan sikap prilaku yang menarik, dan mampu menjadikan organisasi anda suatu brand. Atau diri sendiri, di era sekarang ini orang akan dapat maju dan berkembang apabila dapat “menjual” dirinya. Anda sendiri yang menentukan harga, segmentasi pasar, kualitas, dan tempat dimana anda menjual Sudakah anda siap MENJUAL diri anda?


  1. good artikel,, buat nambah pengetahuan tentang bsnis pemasaran,, bisa kirimkan artikel tentang cara memasarkan jasa pada pasar yg belum dicoba




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: