MODAL MERAIH SUKSES

“Sesungguhnya ilmu didapat dengan belajar dan kesabaran itu diperoleh hanya dengan latihan.” (al Hadist)

Begitu berharganya sebuah usaha. Tanpa usaha tak akan memperoleh apa-apa meski itu suatu yang kecil atau sepele. Manusia perlu mengeluarkan tenaga untuk menggerakan diagfragma saat bernafas, perlu menggerakkan otot kaki untuk berjalan, otot tangan dan mulut untuk makan- minum, apalagi mendapatkan ilmu.
Tak ada usaha yang digunakan untuk memperoleh ilmu kecuali dengan belajar. Jangan anda persepsikan belajar hanya dengan duduk manis di bangku sekolah namun lebih dari itu. Diciptakannya alam semesta beserta isinya ini juga dengan maksud untuk dipelajari manusia. Simaklah ayat-ayat suci yang disertai dengan kalimat “….Apakah kamu tidak melihat? …Apakah kamu tidak berfikir? … Ini adalah bukti bagi orang yang mau berfikir…” adalah ayat-ayat yang senantiasa menjelaskan tentang ciptaan Tuhan yang harus dipelajari.
Begitu luas dan banyak sarana untuk belajar di sekolah kehidupan. Barang siapa yang tak mampu mengambil manfaat niscaya ia kan tergilas roda-roda kemajuan sebab kemajuan merupakan perwujudan dari sejauh mana perkembangan berfikir manusia, maka semakin mampu menggunakan daya pikirnya dengan optimal semakin majulah ia.
Kemajuan tidak mengenal kasta, kedudukan, daerah, suku, bahkan agama. Namun tergantung kemajuan berfikir bangsa itu, jadi wajar apabila di zaman nabi Muhammad adalah ungkapan “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina” merupakan bukti nyata.
Kala itu Cina merupakan salah satu peradapan yang tertinggi di dunia, dengan kata lain bangsa Cina sudah mampu menggunakan otaknya dengan baik sehingga mencapai kemajuan. Oleh karena itu, apabila ingin maju lebih cepat adalah dengan belajar langsung, karenanya perlu usaha untuk belajar ke “masternya” yaitu ke Cina.
Bisa dibayangkan berapa jarak tempuh dan medan yang akan dihadapi bangsa arab kala itu untuk menuju Cina. Tentu hanya dengan usaha dan kesabaran serta tekad mampu meraihnya. Liatnya kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Surat Al Kahfi. Apa yang menjadi modal nabi Musa belajar yaitu dua KESABARAN dan KEPATUHAN kepada gurunya.
Jadi apakah anda siap untuk maju tanpa kesabaran?


  1. Wah, dapat oleh-oleh nih dari sini
    *cium tangan njenengan*

    Kesabaran menjadi tolak ukur keimanan seseorang… begitukah?




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: