PIKIRAN KAYA menuju KAYA PIKIRAN

  Kata kaya sangat identik dengan masalah financial, namun apakah hanya itu? Kata “kaya” merupakan kata positif yang dengan mudahnya dapat kita tempatkan dengan kata-kata lainnya dan pasti akan memiliki kandungan makna lebih, banyak, menonjol, atau makna-makna lain yang sepadan dari kata pasangannya. Kemudian apabila pasangan katanya adalah positif akan bermakna positif, sebaliknya apabila negatif, ya negatif juga. Contoh, hati kaya artinya berhati lapang, kaya pikiran artinya banyak ide, kaya hutang artinya banyak hutang, dan lain sebagainya.
Nah, bagaimana dengan “pikiran kaya” atau “ kaya pikiran” tentu maknanya beda bukan? Mungkin bagi anda yang Jawa kaya pikiran adalah suatu yang cenderung negatif dengan padanan kakean mikir, eits ! tunggu dulu jika ada yang memaknai banyak ide gimana? Berarti positif kan. Disini saya sepakat untuk memaknai positif sebab kita akan membicarakan hal-hal yang positif sebab sikapi hidup dengan positif maka anda akan merasakan efek positif di sekeliling anda, begitu prinsip Mestakung (semesta mendukung) Yohanes Suryo.
“Kaya pikiran” apabila memikirkan ide-ide untuk kaya maka tentu secara otomatis melakukan tindakan “pikiran kaya”, tapi apakah untuk menjadi kaya hanya mikir saja? Jika anda Tanya orang kaya, pasti jawabnya TIDAK! Salah satu orang kaya terkenal Robert E. Kiyosaki dengan Rich Dads-nya memberikan syarat bagi siapa saja yang ingin kaya harus memiliki education adalah pendidikan tentang financial dan hal-hal yang berkenaan dengannya, experience adalah tindakan entrepreneur nyata di kehidupan yaitu dengan bisnis atau investasi dan excessive cash adalah dampak apabila anda melakukan education dan experience dengan benar.
Apabila anda dihinggapi virus meminjam istilah Purdi E. Chandra “pikiran kaya” berarti anda sudah diambang pintu enthrepreneur. Layaknya virus, hanya akan menghinggapi orang yang memiliki syarat tertentu untuk “sakit” dan menular kepada orang-orang disekelilingnya yang juga memiliki kesamaan keadaan. Namun untuk melangkah ke experience dengan membuka pintu enthrepreneur bukan perkara yang mudah butuh syarat “sakit” tadi baik secara halus atau jika perlu kita jebol saja. Para pebisnis menyebutnya dengan BONEK (bondo nekad) jadi bukan suporter saja yang butuh itu. Sehingga virus itu menghinggapi anda. Mencebur dulu ke dunia entrepreneur maka secara langsung anda akan dituntut untuk “kaya pikiran” dengan ide-ide untuk bertahan.
Namun, how to break the wall? Penulis secara pribadi belum menemukan jawabannya, mungkin saya memiliki pikiran kaya namun mencapai kaya pikiran untuk mencapai exceddive cash kaya yang sesungguhnya secara financial. Ternyata banyak konsultan keuangan ImamSupriyono dalam buku Financial Spiritual Quotient menyarankan apabila anda seperti kondisi saya maka carilah Mentor! Rich Dad’s juga menyarankan serupa sebagai pembimbing keuangan anda baik melaui konsultasi atau langsung terjun bersama bisnis mereka agar anda juga ikut tertular virus yang menyenangkan ini. So, pikiran sudah ada tinggal nekad, itu saja! Para sahabat nabi yangkaya adalah pedagang, Nabi Muhammad-pun pedagang, Ciptakan ladang pahala dengan menciptakan lapangan kerja dan berinfaq dari kekayaan anda.




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: