MEMBANGUN MOTIVASI

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan – Albert Einstein

Sepertinya kalimat yang terluncur dari seorang ilmuwan terkenal itu layak dicermati. Kenapa beliau menempatkan imajinasi sebagai hal penting? Menurut Einstein Imajinasi adalah berfikir tentang yang akan ada sedangkan pengetahuan adalah berfikir yang sudah ada. Ternyata imajinasi adalah suatu pekerjaan yang namanya berfikir.
Di banyak seminar, training, dan workshop motivasi yang diisi oleh para mentor motivator ulung banyak yang menggunakan proses imajinasi sebagai metode menumbuhkan motivasi, bahkan jangan salah, terapi NLP (Neuro Linguistic Program) yang dipopulerkan oleh John grinder dan Richard Bandler juga menggunakan teknik ini untuk proses reframing, bahkan teknik terapi energy psikologi EFT Roger Callahan (Emotional Freedom Technique) atau yang dengan sentuhan spiritual ala Ahamad Faiz Zainuddin dengan SEFT-nya tak luput menggunakan teknik yang lebih keren dikenal dengan visualisasi.
Apa kaitan visualisasi dengan pengaruhnya dalam meningkatkan motivasi? Ini berkenaan dengan alam bawah sadar. Saya pernah membaca buku bahwa manusia itu ibarat komputer yang lengkap dengan program-programnya, spesifikasi hardwere ibarat naturalistik kodrati manusia sedang program-program itu seperti aspek psikologisnya.
Lalu bagaimana kita meningkatkan diri? Menurut Adi W. Gunawan peningkatan diri atau empowerment adalah suatu pengalaman pribadi yang kita alami karena pikiran bawah sadar berhasil mencapai goal dan kemudian pengalaman ini naik ke level pikiran sadar dalam bentuk perasaan “in control” terhadap kehidupan kita.
Nah, terus hubungannya dengan visualisasi itu apa ? gini,untuk bisa menyakinkan pikiran bawah sadar, kita harus tahu cara membukanya. Kuncinya adalah membawa kita ke kondisi rileks, tepatnya pada kondisi gelombang alfa (8-12 Hz), sedangkan pikiran bawah sadar itu berada pada gelombang theta (4-8 Hz). Dan lagi, pikiran bawah sadar itu hanya mengenal bahasa gambar bukan bahasa tulisan. Maka dari itu untuk memasukkan muatan-muatan emosi positif perlu dengan visualisasi.
Untuk mencapai kondisi ke zona nyaman atau rileks biasanya dilakukan relaksasi menggunakan konsentrasi visual dengan membayangkan tempat-tempat yang menyenangkan dan tenang ataupun audithori dengan musik lembut untuk membawa diri. Kemudian apabila benar dalam kondisi rileks, barulah dilanjutkan teknik Visualisasi gambaran diri berupa keinginan atau cita-cita sukses kita, yang dilakukana dalah dengan membayangkan ibaratnya kita melihat video diri kita di masa depan. Ingat kata Allah dalam hadist Qudsi “Aku berada di persangkaan hambaku” jadi sesungguhnya Anda adalah apa yang anda pikirkan!





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: