GURU

 Apa yang menjadi prestasi tertinggi dari seorang guru? banyak berbagai versi jawaban, namun apabila ditarik benang merahnya adalah “apabila murid yang kita didik mengenang apa yang kita ajarakan dan mengambil manfaatnya”

Memang tak perlu untuk menjadi formal untuk menjadi guru. Meski guru sering dimaknai di sekolah namun pendidikan dapat diperoleh dimana saja, Tengok saja TV, mendia ini mampu menjadi “guru” bagi penganut ajaran tontonannya, istilah-istilah iklan, sinetron, model, dll telah sering terdengar telinga. Sering kita jumpai di senetron, murid beken digambarkan dengan pakaian seronok, dikeluarkan, atribut tidak rapi, ditambah dengan bumbu pacaran dengan bergandengan, berpelukan, hingga ciuman. Pendidikan ala sinetron ini membekas di “peserta didiknya”  terbukti, sebagai guru, saya sering menanyai siswa yang mengeluarkan baju cingkrangnya “kenapa bajumu dikeluarkan?” jawabnya “Pak, ini yang keren, bukan dimasukan kayak anak culun!” Belum lagi tontonan sinsetron yang mengkarbit aktor-aktrisnya untuk bermain usia tua bagi anak-anak, mereka diajari berfikir dewasatu baik, namun apabila berfikir dewasa yang piciran, cengeng, dendam, mistik, tidak semangat, intrik, dll apa itu DEWASA?

Wah, begitu besarnya dampak pendidikan TV, gambaran anak yang rapi, rajin, pintar di sinetron itu culun, tak modis, kuper, dll sebaliknya tokoh utama itu keren, gaul, sibuk dengan dunia pacaran. Ada teori yang menyatakan, saya lupa siapa, bahwa gambaran mendia adalah realita nyata masyarakat sosialnya, sebab media dan masyarakat adalah dua komponet yang saling terkait. Jika kita sepakat, ada yang perlu dipertanyakan, apa iya seperti itu realitanya?

Bisakah anak bangsa ini mendapatkan hak didiknya dengan bacaan, tontonan, ajaran moral yang baik, sportif, semangat juang, tidak cengeng, dll. Sebagai guru, memang tidak mudah memberikan kesan kepada anak, namun ada beberapa tips yang saya peroleh saat Seminar “BERKENALAN DENGAN REMAJA” di SMP-SMA Al Hikmah Surabaya yang menghadirkan Mas Faudzil Adhim, setidaknya sebagai orang tua atau guru yang harus dimengerti dalam mendidik remaja adalah :

  1. GunakanmemintaTOLONG bukan MENYURUH
  2. Seringlah BERTERIMA KASIH  kepada kebaikan mereka
  3. Biasakan meminta MAAF apabila anda salah

Semoga kita menjadi guru yang berkesan, hingga anda menangis terharu karena mereka




    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: