Menjadi Orang yang Berpengaruh (bagian 1)

based on book: Becoming a Person Of Influence
by: John C. Maxwell & Jim Dornan

Pengaruh muncul secara bertahap dan setiap orang memiliki pengaruh. Filsuf dan penyair Amerika, Ralph Walda Emerson mengatakan, “ Setiap orang adalah pahlawan dan penasihat bagi seseorang dan bagi orang itu apapun yang ia katakan memiliki nilai tinggi.” Jika ingin berhasil maka perlu jadi yang berpengaruh. Empat tahap, bagaimana pengaruh itu bisa muncul:

1. Model : Pengenalan diri / identitas diri sehingga sedikit banyak memberikan penilaian terhadap orang lain.

2. Motivasi : Menjadi pemberi pengaruh motivasi, mendorong orang dan berkomunikasi dengan mereka pada tingkat emosi, melalui dua proses. Pertama, membentuk jembatan dengan mereka. Kedua, membangun kepercayaan dan rasa harga diri.

3. Mentor : Menuangkan hidup anda ke dalam diri orang lain dan membantu mencapai potensi mereka.

4. Pelipatgandaan : Membantu orang yang dipengaruhi sehingga menjadi pemberi pengaruh positip dalam kehidupan orang lain dan meneruskan tidak hanya pada apa yang sudah mereka terima, tetapi juga dari apa yang sudah mereka pelajari dan kumpulkan sedikit demi sedikit.

Pengaruh bisa bersifat positif atau negatif, pengaruh positif akan menambah nilai pada orang lain. Hal-hal yang perlu dimiliki untuk menjadi orang yang berpengaruh :

1. Integritas Dengan Orang Lain
Rasa hormat martabat dan kepercayaan adalah dasar tepat dibangunnya integritas untuk menjadi orang yang berpengaruh. Integritas merupakan sebuah fondasi untuk membangun/ menjadi orang yang berpengaruh. Dan keharusan yang seseorang yang berintegritas adalah, berlaku jujur, dapat dipercaya dan memegang rahasia

2. Memelihara Orang Lain
Memelihara orang lain adalah perhatian yang tulus akan orang lain dengan tujuan menumbuhkan kemandirian orang lain dan bukan membiarkan mereka menjadi ketergantungan.

Hal-hal yang berkaitan dengan memelihara orang lain adalah :

a. Kasih : Memperlihatkan kasih sayang kepada orang lain.

b. Respek : Kesediaan untuk menerima diri mereka, mengakui kemampuan atau potensi orang lain untuk memberikan kontribusi, mendengarkan orang lain dan mendahulukan agenda mereka daripada agenda sendiri.

c. Rasa aman : Menjauhkan rasa khawatir diri mereka terhadap kita dan menciptakan rasa aman sehingga mereka berada dalam posisi untuk memberikan respon positif dan mengerjakan yang terbaik.
d. Dorongan : Mensport kepentingan orang lain dan mereka menerima beberapa hal:
1) Nilai diri yang positif : Mengembangkan hubungan yang lebih positif (mereka merasa senang dengan diri mereka)
2) Menjadi bagian dari kelompok : Menempatkan atau membuat orang merasa penting atau diikutkan.
3) Perspektif : Memberikan perhatian dan penilaian yang penuh harapan kepada orang lain.
4) Perasaan penting : Merasa dihormati dan dihargai.
5) Harapan : Memberikan pengharapan pada orang lain meskipun potensinya kecil / lemah.
6) Percaya Kepada Orang Lain

3. Percaya Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain adalah kualitas penting dari seseorang yang berpengaruh ketika bekerja dengan orang lain.

Empar faktor membangun kepercayaan pada orang yang berpengaruh :
I. Sebagian besar orang tidak percaya pada dirinya sendiri
II. Banyak orang tidak mempunyai seseorang yang percaya kepada mereka
III. Banyak yang mengetahui seseorang percaya kepada mereka
IV. Banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan anda kepada mereka.

Percaya kepada orang memerlukan lebih dari sekedar kata-kata atau perasaan positif tentang mereka. Menumbuhkan sikap percaya pada orang lain, dilakukan hal-hal : Percayalah pada mereka sebelum berhasil, teguhkan kekuatan mereka, sebutkan kesuksesan mereka dimasa lalu, tanamkan kepercayaan ketika mereka gagal, visualisasikan sukses masa depan mereka dan harapkan suatu tingkat kehidupan yang baru.

4. Mendengarkan Orang Lain
Kemampuan untuk mendengarkan dengan ahli adalah kunci untuk memperoleh pengaruh atas orang lain. Manfaat mendengarkan adalah : Memperlihatkan respek (terkesan dan tertarik bukan mengesankan dan menarik), membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan, akan menghasilkan ide, membangun loyalitas, cara terbaik untuk menolong orang lain dari diri abda sendiri.

Penghalang dalam proses mendengarkan : Terlalu menghargai kemapuan berbicara, kehilangan fokus, mengalami keletihan mental, pembentukan sterotipe, membawa muatan emosi pribadi, asyik dengan diri sendiri.

Untuk membangun keterampilan mendengarkan : Pandanglah si pembicara, jangan menginterupsi, berfokus pada pemahaman, tentukan kebutuhan saat ini, periksa emosi anda, tangguhan penilaian anda, berikan kesimpulan pada interval besar, berikan pertanyaan untuk mendapat penjelasan, jadikan kegiatan mendengar sebagai perilaku anda.

5. Memahami Orang Lain
Memahami orang lain adalah belajar, cara mereka berpikir, apa yang mererka rasakan, apa yang mengilhami mereka, bagaimana mereka bertindak dan bereaksi dalam situasi tertentu. Sumber ketegangan yang berulang kali terjadi di dalam masyarakat salah satu penyebabnya adalah kurang / gagalnya memahami orang lain. Beberapa alsannya, yakni, Ketakutan: Kekhawatirn adanya penolakan, tidak diakui, tidak dihargai, terancam, menimbulkan kekacauan, kehilangan pekerjaan. Sikap egois: Menempatkan sisi aku sebagai yang tepenting. Kelalaian menghargai orang lain: Orang yang berbeda termotivasi dengan cara yang berbeda. Gagal mengakui kesamaan: Kesamaan hidup. Kita semua memiliki harapan dan ketakutan, suka cita dan penderitaan, kemangan dan masalah.

Hal-hal yang dibutuhkan semua orang untuk memahami orang lain :
a. Semua orang ingin menjadi orang penting.
b. Tak seorangpun peduli berapa banyak yang diketahui hingga orang tahu berapa banyak anda peduli.
c. Setiap orang membutuhkan seseorang.
d. Setiap orang dapat menjadi orang penting jika seseorang memahami dan mempercayainya. Setiap orang menolong seseorang mempengaruhi banyak orang.

Beberapa keputusan untuk bisa memahami orang lain : Memahami perspektip orang lain, empati pribadi : ulurkan tangan kepada orang lain dengan tangan yang kuat, tetapi dengan hati yang lembut. Merka akan merespon dengan cara positip dan sikap positip terhadap orang lain : memperlakukan setiap orang yang dijumpai seolah orang paling penting sedunia.


  1. Almpb

    Ini baru tulisan yg bermutu..Thanks buat penulis yg sngat mnginspirasi hidup aku…Anda pun sudah sangat berpengaruh..Krn tulisan anda mempengaruhi hidup saya…Skli lagi terima kasih.

  2. Bagus, trimakasih.. dozoyoroshiku domo arigato gozaimasu

    By : George Mescy

  3. angga

    kalo boleh tahu,, dimana bisa beli bukunya ?




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: