AIDS

PENEMU AIDSAIDS pertama kali mengusik Don Francis pada pertengahan 1981, ketika ia membaca jurnal mingguan MMWR (Morbidity and Mortality Weekly Report) edisi 5 Juni terbitan CDC yang memuat laporan Dr Michael Gottlieb tentang beberapa kasus pneumonia Pneumocystis di kalangan pria gay di Los Angeles. Ia langsung menelepon mentornya

di Harvard Dr

Essex, “Ini adalah leukemia kucing pada manusia.” Francis menduga penyakit misterius di Los Angeles itu disebabkan oleh sejenis virus yang mempunyai mekanisme mirip virus leukemia kucing dan hepatitis B. Ia merupakan orang pertama di CDC yang berteori bahwa virus baru itu ditularkan secara seksual dan menyebabkan hancurnya kekebalan tubuh pria-pria homoseksual.Sebagian teori “detektif” Don Francis kemudian ternyata tepat. AIDS yang disebabkan oleh virus bernama HIV memang ditularkan lewat hubungan seksual. Atas sarannya, rumah-rumah mandi uap untuk kaum gay di
San Francisco ditutup pada tahun 1985. Ia juga paling gencar menyerukan agar produk darah diskrining agar tak tercemar HIV. Ia terjepit di tengah konflik siapa sebenarnya penemu HIV, di antara Dr Robert Gallo dan Prof Luc Montagnier dari Institut Pasteur Paris. Karena konflik Amerika-Perancis itu nama Don Francis kemudian hilang dari peredaran nama tokoh-tokoh sentral perang melawan AIDS. Bahkan Gallo pun sempat menyatakan sumbangan Francis bagi penanggulangan AIDS sebagai “tidak relevan”.
SESUNGGUHNYA, setiap ada wabah virus misterius baru merebak di suatu wilayah, peran “detektif penyakit menular” seperti Don Francis amat sentral. Tak terkecuali untuk wabah pneumonia atipikal seperti SARS (severe acute respiratory syndrome) yang menimbulkan kepanikan global.Sebuah penelitian mengatakan asal muasal virus HIV ditemukan dari simpanse liar di kawasan selatan Kamerun.Virus itu disebut SIVcpz (Simian Immunodeficiency Virus dari simpanse) diduga menjadi sumber, tapi sejauh ini virus ini hanya ditemukan pada hewan peliharaan.Namun, sebuah tim peneliti internasional telah mengidentifikasi penghasil alami virus SIVcpz pada hewan yang hidup di alam liar. Diduga, virus ini menyebar pertama kali pada para pemburu simpanse. Kasus pertama ditemukan di
Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, pada 1930..

Para ilmuwan yakin, jarangnya ditemukan kasus penyakit ini dan kenyataan bahwa gejala AIDS pada tiap orang berbeda, menunjukkan mengapa baru 50 tahun kemudian virus itu mendapatkan namanya.Tim yang di dalamnya termasuk tim ahli dari Universitas Nottingham, Montpellier dan
Alabama ini, telah bekerja selama sepuluh tahun untuk mencari sumber HIV.
Saat virus SIVcpz hanya ditemukan pada hewan ternak, kemungkinannya adalah ada makhluk hidup lain yang menjadi sumber alami HIV dan SIVcpz.Test genSatu-satunya cara untuk mendeteksi virus SIVcpz adalah dengan test darah. Artinya hanya hewan ternaklah yang bisa digunakan. Penelitian ini dilakukan bersama para ahli dari proyek perlindungan kawasan selatan Kamerun (PRESICE). PRESICE terlibat dalam meneliti kotoran simpanse yang dikumpulkan dari kawasan hutan terpencil.Pengumpulan kotoran ini sangat berguna karena Universitas
Alabama dapat menentukan sekuen genetik dari virus simpanse ini, yang kemudian dapat dicari dalam sampel kotoran.
Hasil uji coba laboratorium mendeteksi antibodi spesifik SIVcpz dan informasi genetik yang terkait dengan virus yang ditemukan pada 35 persen simpanse di beberapa kelompok.Semua data yang didapat kemudian dikirim ke Universitas Nottingham untuk dianalisa. Hasil penelitian mengungkap hubungan genetik yang sangat dekat antara sampel dan rantai HIV.Simpanse di tenggara Kamerun diketahui memiliki virus yang sangat mirip dengan virus HIV yang kini tersebar di seluruh dunia itu.
Para ilmuwan mengatakan, selainmengungkap misteri tentang asal virus itu, temuan ini membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut.Namun, virus SIVcpz belum menyebabkan penyakit-penyakit yang disebabkan AIDS pada simpanse. Sehingga para ilmuwan tengah mengungkap mengapa hewan-hewan ini tak menderita gejala-gejala AIDS seperti dialami manusia, yang secara genetis sangat serupa.Hubungan dekatProfesor Ilmu genetik dari Universitas Nottingham Paul Sharp mengatakan: “Nampaknya lompatan antara simpanse dan manusia terjadi di Kamerun dan kemudian virus itu menyebar ke seluruh dunia.” “JIka Anda menganggap HIV muncul sekitar 75 tahun lalu, kemungkinan ada sejumlah virus lagi yang akan membuktikan hubungan lebih dekat dengan virus yang diderita manusia.” Paul mengatakan tim peneliti tengah berupaya untuk memahami perbedaan genetik antara virus SIVcpz dan HIV yang berevolusi akibat adanya lompatan spesies.Keith Alcorn dari Aidsmap mengatakan: “
Para peneliti telah menetapkan lokasi spesifik yang diyakini sebagai tempat virus HIV berasal.”
“Namun, ada kawasan luas di Afrika Barat dkimana bentuk lain SIVcpz ditemukan dan juga kemungkinan bisa menjangkiti manusia.”Direktur Kebijakan Lembaga Nasional Aids Yusef Azad mengatakan: “Hasil penelitian ini menjadi menarik jika semua penemuan soal sejarah dan asal usul HIV dapat digunakan untuk mengembangkan vaksin HIV.”

 

 

 

 


  1. treante

    kok kecil banget ya hurufnya😦




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: